Calva Ananta Dominikus Matutina
13301241061 / Pendidikan Matematika
Inter 2013
Review
Film Dangerous Mind
Film ini
dilatarbelakangi oleh situasi sebuah sekolah (Parkmount High School) di suatu
kota yang membutuhkan seorang tenaga pendidik. Mrs. Louane Johnson datang
sebagai calon guru yang akan mengajar di Parkmount High School. Pada awalnya,
ia dijanjikan akan mengajar murid-murid yang jenius dan cerdas. Dengan
mengingat janji tersebut, ia masuk ke kelas dan pada kenyataannya, Bu Johnson
menemukan kondisi yang sangat berbeda dengan yang telah dijanjikan. Ia
berhadapan dengan murid-murid dari berbagai macam ras dengan berbagai masalah
kehidupan yang begitu kompleks. Untuk mendapatkan perhatian dari muridnya saja
merupakan hal yang sangat susah untuk didapatkan, bahkan ia mengalami digoda
oleh muridnya sendiri yang bernama Emilio. Mulai saat itu, Bu Johnson berusaha
mencari cara agar ia bisa mendapatkan perhatian dari para muridnya, salah
satunya dengan mengajarkan karate yang mungkin akan lebih diminati oleh para
muridnya.
Untuk
meningkatkan antusiasme muridnya dalam mempelajari puisi, ia pun memberikan
hadiah bagi murid yang dapat dengan benar menjawab pertanyaan di dalam kelas.
Mulai saat itu, setiap murid di kelas bu Johnson pun semakin antusias dalam
belajar di kelas. Walau tak jarang pula bu Johnson ditegur oleh atasannya di
sekolah, ia tetap bersikukuh untuk tetap pada pendekatan yang telah
dilakukannya sejak awal.
Semakin
mendekati akhir semester, bu Johnson pun semakin dekat dengan para muridnya dan
mulai mengenal permasalahan-permasalahan yang dialami oleh murid-muridnya.
Permasalahan yang dialami oleh Raul, Durrel, Emilio, dan yang lainnya semakin
menantang bu Johnson untuk membantu mereka menyelesaikannya. Mulai dari kasus Raul
yang berkelahi dengan Emilio sehingga harus diskors oleh sekolah. Kemudian
masalah Callie yang hamil dan akan pindah sekolah. Pada suatu saat, Emilio pun
memiliki masalah yang berujung pada kematian Emilio sendiri. Hal ini sangatlah
memukul hati bu Johnson yang merasa tak bisa menolong Emilio menyelesaikan
permasalahannya. Oleh karena itu, bu Johnson memutuskan untuk berhenti mengajar
untuk semester selanjutnya.
Kepindahan bu Johnson pu membuat para murid yang
sudah terlanjur nyaman dekat dengan bu Johnson menjadi gusar hatinya. Mereka
tak mau kehilangan bu Johnson yang mereka rasa telah dapat mendidik mereka
dengan benar. Pada hari kepindahan bu Johnson, Callie yang cuti untuk ‘hamil’
pun masuk kembali ke kelas demi membujuk bu Johnson agar tak berhenti mengajar
di kelas mereka. Dengan segala pertimbangan yang telah dipikirkan, akhirnya bu
Johnson membatalkan keputusannya untuk berhenti mengajar di Parkmount High
School. Ia menyadari bahwa masih ada murid-murid yang sangat membutuhkannya di
sekolah tersebut. Bukan karena mereka yang telah tak ada, yang perlu diberi
perhatian, namun mereka yang hadir di sekitar kita lah yang membutuhkan bantuan
dan bimbingan.
1. Behaviorisme
Teori Behaviorisme / Behavioristik ini berkaitan
dengan proses belajar yang menempatkan pembelajar sebagai bagian pasif yang
butuh bimbingan dan pembiasaan agar menghasilkan tingkah laku (hasil belajar)
yang baik. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih
membutuhkan dominansi peranan orang dewasa, suka mengulangi, dan harus
dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung
seperti diberi permen atau pujian (Sugihartono, 2007:104). Dalam Film Dangerous
Mind ini, Ibu Johnson menerapkan teori ini dalam kesempatannya mendidik
siswa-siswi di Parkmount High School. Langkahnya untuk semakin dikenal dan
diapresiasi oleh muridnya adalah dengan memberikan hadiah / reward sebagai imbalan bagi murid yang
menjawab dengan benar atau sesuai dengan aturan yang diberlakukan.
2. Humanisme
Teori humanisme memiliki tujuan yang seringkali
disebut dengan “memanusiakan manusia”. Maka, dalam pembelajaran, teori ini
memperlihatkan pelajar sebagai subjek yang perlu dikembangkan dan dididik
sesuai dengan potensi serta harkat dan martabatnya.
Dalam film ini, Mrs. Johnson pun menerapkan teori
ini melalui pendidikannya di kelas. Dengan kemampuannya dalam sastra, ia
mengajarkan puisi kepada murid-muridnya. Dan ia selalu meminta setiap muridnya
untuk mengartikan / memaknai puisi-puisi tersebut sesuai dengan interpretasi
setiap murid. Selain itu, materi-materi pengajarannya di kelas juga dikaitkan
langsung dengan masalah yang dihadapi oleh muridnya, sehingga muridnya pun
belajar bagaimana menghadapi masalah di sekitar mereka. Dengan begitu,
pendidikan yang mereka alami pun menjadi kontekstual dengan kehidupan mereka.
3. Konstruktivisme
Dalam teori konstruktivisme ini, pendekatan yang
dilakukan lebih ditekankan pada pemahaman pelajar terhadap suatu masalah dan
dapat mencari solusinya dengan sesuai dengan pemaknaan dari pelajar tersebut. Ahli
psikologi konstruktivis berpendapat bahwa proses pemerolehan pengetahuan adalah
melalui penstrukturan kembali struktur kognitif yang telah dimiliki agar
bersesuaian dengan pengetahuan yang akan diperoleh sehingga pengetahuan itu
dapat diadaptasi (Sugihartono, 2007:127).
Ibu Johnson merupakan guru yang memiliki semangat
yang tinggi untuk mengembangkan anak didiknya di Parkmount High School. Dengan
banyaknya dan rumitnya permasalahan hidup yang dialami oleh setiap anak
didiknya, Bu Johnson senantiasa mencari cara agar dapat membantu muridnya untuk
menyelesaikannya. Sesuai dengan teori konstruktivisme, Bu Johnson selalu
memberikan materi-materi yang dapat membangun konsep pemahaman muridnya dan
melalui kontes Dylan-Dylan, Bu Johnson mempersilahkan murid-muridnya untuk
menyelesaikannya sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari selama satu
semester bersama Bu Johnson. Hal tersebut menunjukkan bagaimana teori
konstruktivisme ini berjalan, di mana murid berusaha mencari solusi atas
masalah yang mereka hadapi dengan pengetahuan dan pemahaman yang telah mereka
bangun dan miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar